
Komite Darurat WHO kembali memasukkan polio dalam darurat kesehatan publik atau Public Health Emergency of International Concern. Artinya polio dianggap sebagai ancaman kesehatan yang serius dan membahayakan dunia.
Penurunan penanganan wabah polio itu ditandai dengan kenaikan jumlah kasus polio.Tahun ini WHO sudah mencatatkan terdapat 27 wabah virus polio di seluruh dunia. Jumlah tersebut meningkat dari 22 kasus pada tahun lalu.
Komite Darurat WHO menyatakan, dikutip dari CNN pada Minggu (2/12), jika pemberantasan polio tidak tercapai dalam beberapa tahun ke depan, penyakit ini diprediksi dapat kembali mewabah di dunia sama seperti penyakit campak atau Measless-Rubella.
Polio atau poliomielitis, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan orang-ke-orang melalui rute fekal-oral atau feses ke mulut dan juga melalui makanan yang terkontaminasi. Virus ini banyak menyerang anak-anak muda.
Gejala polio ditandai dengan demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher dan nyeri tungkai.
Penyakit yang menyebabkan kelumpuhan ini tidak bisa diobati, tapi dapat dicegah hanya dengan vaksin.
Penanganan polio secara internasional melalui Global Polio Eradication Initiative sudah berlangsung sejak 1988. Saat itu polio merupakan penyakit endemis di 125 negara dan menyerang 350 ribu anak setiap tahun.
Saat ini Polio endemis di Afghanistan, Nigeria dan Pakistan dengan total kasus sudah turun hingga 99 persen.
Indonesia juga sudah dinyatakan bebas dari polio. Meski demikian, banyak negara tetap rentan terhadap polio.
Untuk mencegah penyebaran polio, WHO menetapkan setiap anak harus diimunisasi dengan vaksin. (ptj/ard)
https://ift.tt/2SmbL3t
December 02, 2018 at 11:58PM from CNN Indonesia https://ift.tt/2SmbL3t
via IFTTT
No comments:
Post a Comment