
Namun ternyata, di balik itu terungkap bahwa King tak pernah mencairkan dana dalam cek royalti atas film tersebut.
Pada akhir 1980-an, Darabont membeli hak untuk mengadaptasi novel King yang berjudul Rita Hayworth and Shawshank Redemption (1982). Atas kinerjanya tersebut, ia meraih sejumlah nominasi kategori bergengsi di ajang penghargaan Oscar tahun 1995, termasuk Best Picture dan Best Writing, serta Screenplay Based on Material Previously Produced or Published.
Selain itu, film yang dibintangi Tim Robbins dan Morgan Freeman itu pun ditetapkan sebagai film terbaik sepanjang masa versi IMDB dengan rating 9.3. Laman Rotten Tomatoes bahkan memberinya rating 98 persen.
Menurut laporan The Wall Street Journal yang dikutip NME, saat itu King diberikan royalti berupa cek senilai US$5 ribu. Hanya saja ia tak pernah mencairkan dana itu dan malah mengembalikannya ke sang sutradara.
"Bertahun-tahun setelah Shawshank dirilis, penulis membingkai cek yang diterima dan mengirimnya kembali ke sutradara dengan sebuah pesan tertulis, 'Jika kau membutuhkan uang jaminan. Love, Steve,'" demikian pernyataan dalam laporan itu.
Meski pada akhirnya film ini tak mengantongi satu pun piala Oscar, tapi Shawshank Redemption memiliki nilai aset tertinggi dalam arsip Warner Bros yakni sebesar US$1,5 miliar (Rp21,8 triliun).
Shawshank Redemption bercerita tentang Andy Dufresne (Tim Robbins) yang dihukum penjara dua kali masa hidup berturut-turut atas pembunuhan istri dan kekasihnya. Namun, hanya Andy yang tahu bahwa dia tidak pernah melakukan kejahatan apalagi membunuh orang yang dicintai.
Dia pun hanya pasrah menjalani hukuman dan membangun persahabatan dengan Red (Morgan Freeman) di dalam penjara. Di sisi lain, ia juga mengalami kebrutalan kehidupan penjara, beradaptasi, membantu kepala penjara, dan lainnya selama 19 tahun. (rea/rea)
http://bit.ly/2T2oF7a
December 22, 2018 at 03:47AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2T2oF7a
via IFTTT
No comments:
Post a Comment