
"Aksi militer secara unilateral ke arah timur laut Suriah-terutama karena personel AS mungkin berada di sekitarnya-oleh pihak mana pun akan menjadi keprihatinan serius," ucap juru bicara Pentagon, Komandan Sean Robertson, melalui sebuah pernyataan, Kamis (13/12).
"Kami akan menganggap tindakan militer seperti itu sebagai sebuah aksi yang tidak dapat diterima."
Erdogan menjabarkan bahwa operasi itu menargetkan pasukan Unit Pelindung Orang Kurdi (YPG), sayap militer kelompok Partai Pekerja Kurdistan (PKK).
Selama ini, AS berkoalisi dengan YPG di bawah aliansi yang dipimpin oleh Pasukan Demokrat Suriah (SDF). Koalisi tersebut memainkan peran kunci dalam memberangus kelompok ISIS di Suriah dan Irak.
"Koordinasi dan konsultasi antara AS dan Turki adalah satu-satunya pendekatan yang bisa membantu mengatasi masalah-masalah keamanan di kawasan ini," ucap Robertson seperti dikutip AFP.
"Kami berkomitmen untuk bekerja sama dan baru-baru ini kami juga telah mengadakan kelompok kerja tingkat tinggi di Suriah dengan Turki untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi."
"Kita tidak boleh dan tidak dapat membiarkan ISIS bernapas dalam situasi krisis ini atau kita akan mengancam kemajuan signifikan yang telah kita raih bersama yang berisiko memungkinkan ISIS bangkit kembali," ucap Robertson.
Serupa dengan AS, YPG melalui juru bicaranya, Nuri Mahmud, menganggap serangan Turki terhadap kelompoknya hanya akan menghambat operasi militer koalisi penggempur ISIS.
"Ancaman (Turki) bertepatan dengan progres pasukan kami melawan teroris di gerbang Kota Hajin," ucap Mahmud.
"Tidak diragukan lagi, setiap serangan ke utara Suriah akan memiliki dampak langsung pada pertempuran koalisi melawan ISIS di Hajin. Pasukan yang berperang di sana akan kembali dan memperjuangkan wilayah serta keluarga mereka." (rds/has)
https://ift.tt/2CbOTOZ
December 14, 2018 at 02:52AM from CNN Indonesia https://ift.tt/2CbOTOZ
via IFTTT
No comments:
Post a Comment