Ahsan/Hendra berhasil lolos ke babak final Indonesia Masters 2019 setelah mengalahkan Han Chengkai/Zhou Haodong, 21-17, 21-11. Kemenangan ini membuat Ahsan/Hendra jadi wakil Indonesia pertama yang lolos ke final.
"Saya ucap syukur Alhamdulillah bisa lewati semifinal hari ini. Kami tetap fokus dan musuhnya banyak melakukan kesalahan sehingga mereka tidak berkembang," ucap Ahsan.
"Kami menerapkan pola permainan yang membuat mereka mungkin tidak bisa bermain nyaman," kata Ahsan melanjutkan.
Ahsan/Hendra sendiri sukses mengalahkan deretan ganda-ganda muda China untuk bisa lolos ke babak final Indonesia Masters. Sebelumnya, Ahsan/Hendra juga mampu mengalahkan Ou Xuanyi/Ren Xiangyu dan unggulan kedua Li Junhui/Liu Yuchen."Kami tak menyangka bisa menang dengan selisih poin jauh [dalam beberapa laga]. Namun tak ada laga yang gampang," ucap Ahsan.
"[Laga lawan ganda-ganda China] tak mudah karena power mereka besar dan juga mereka punya kecepatan," kata Hendra menimpali.
Ahsan/Hendra menaklukkan ganda putra China, Han Chengkai/Zhou Haodong. (Dok. Humas PBSI) |
"Besok masih ada pertandingan dan kami harus bersiap lagi. Kami harus all out siapapun lawannya nanti," ujar Hendra.
Geyrsia/Apriyani Kecewa
Sementara itu, ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu mengaku kecewa karena gagal lolos ke babak final Indonesia Masters 2019. Keduanya dikalahkan Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi 20-22, 22-20 dan 12-21 di Istora Senayan, Sabtu (26/1).
Meski kecewa, Greysia mengaku bersyukur dengan apapun hasil yang diraihnya. Mau tidak mau, pasangan unggulan keempat ini harus menerima kekalahan mereka.
"Ada perasaan kecewa secara performa di main kali ini. Kecewa lebih kepada set pertama unggul tapi tidak bisa ambil momentum. Itu yang kita rasakan dan apa yang kita pikirkan," kata Greysia usai pertandingan.
Dari evaluasi yang dilakukan di pertandingan sebelumnya, ada perubahan yang dilakukan Greysia/Apriyani menyoal pola permainan sejak mengikuti World Tour. Mulai dari perubahan cara main sampai cara berpikir di lapangan.Sejak saat itu, Greysia mengaku sudah ada peningkatan performa atas perubahan tersebut dan tinggal membenahi konsistensi untuk mendapatkan gelar juara.
"Kami tidak lihat hasil, kita mau tingkatkan performa karena kalau hasil pasti mengikuti. Kita ingin konsisten, harus juaranya konsisten bukan semifinalisnya. Kita pasti mau maju," jelas Greysia.
Di sisi lain, Apriyani mengaku sempat terpancing emosi di gim ketiga lantaran bola banyak membuat bola mati di tangannya. Ia lantas mengaku salah karena emosinya membuat ia jadi tidak fokus saat melanjutkan pertandingan.
Menanggapi hal itu, Greysia menyehut mendukung Apriyani untuk lebih dewasa di pertandingan ke depannya. Menurut Greysia, apa yang dilakukan Apriyani adalah sesuatu yang normal.
"Set pertama yang sangat disayangkan. Kita tampil lebih agresif. Set ketiga juga permainan kita sudah ketebak, mereka lebih agresif. Tapi kami belajar dan evaluasi dari setiap kekalahan. Saya menyesal juga sempat emosi, ini pembelajaran buat saya," ujar Apriyani menimpali.
Sementara itu, di final ganda putri Indonesia Masters 2019 bakal mempertemukan ganda putri Jepang dengan Korea Selatan. Matsutomo/Takahashi bakal berhadapan dengan Kim So Yeong/Kong Hee Yong yang menang atas Mayu Matsutomo/Wakana Nagahara 13-21, 22-20, 21-16, Minggu (27/1). (ptr)
http://bit.ly/2Hxu7Od
January 27, 2019 at 02:23AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2Hxu7Od
via IFTTT
Ahsan/Hendra menaklukkan ganda putra China, Han Chengkai/Zhou Haodong. (Dok. Humas PBSI)
No comments:
Post a Comment