"Ya mungkin kurang penelitian sehingga lokasinya tidak pas untuk Bandung, dan [dari] Jakarta tanggung. Kalau mau ke Bandung lewat Kertajati mesti naik mobil lagi sampai 100 kilometer," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (9/4).
Keberadaan bandara Kertajati yang masih sepi juga berdampak pada minimnya jumlah maskapai yang beroperasi. JK mengatakan, butuh banyak pengembangan di kawasan sekitar bandara agar menarik minat maskapai."Airlines tidak bisa dipaksa kalau tidak ada penumpang. Siapa mau bayar kerugiannya? Kecuali di sekitar Kertajati itu Indramayu, Subang, bisa berkembang. Jadi ya sabar saja," katanya.
JK tak menampik bahwa pembangunan bandara Kertajati memang jauh dari detail perencanaan. Namun hal itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Jawa Barat sebagai pihak yang berwenang.
Rombongan Presiden Jokowi saat meninjau Bandara Kertajati. (Foto: BPMI via setkab.go.id) |
"Perencanaannya memang tidak terlalu bagus. Lain kali jangan kita buat karena hanya ingin ada airport, karena ternyata letaknya tanggung," ucap JK.
Kendati demikian, JK mengatakan penggunaan bandara itu harus tetap dimaksimalkan. Menurutnya, tak menutup kemungkinan bandara Kertajati dialihfungsikan menjadi bandara militer. Namun hal itu harus dikaji dengan baik karena butuh biaya besar.
"Bisa saja Halim dipindah di situ. Cuma bandara militer kan tidak butuh terminal, sedangkan terminalnya mahal. Kita lihat saja nanti," tuturnya.
Bandara Kertajati telah diresmikan Presiden Joko Widodo sejak Mei 2018. Namun pengoperasian bandara itu rupanya masih sepi. Dari data yang dihimpun, penumpang di tiap penerbangan hanya mencapai angka di bawah 30 persen. Sementara dari 11 rute yang seharusnya dilayani, hanya ada satu yang beroperasi.[Gambas:Video CNN] (psp/arh)
http://bit.ly/2KmIg2b
April 10, 2019 at 01:24AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2KmIg2b
via IFTTT
Rombongan Presiden Jokowi saat meninjau Bandara Kertajati. (Foto: BPMI via setkab.go.id)
No comments:
Post a Comment