
Para elite ini, kata dia, mestinya bersikap kesatria dan meminta maaf serta langsung meninggalkan panggung pemerintahan karena telah gagal membangun negeri.
"Elit telah gagal, elite Indonesia gagal, kalau bersikap ksatria, punya rasa tanggung jawab kalau tidak berhasil (harusnya) ya elite-nya meminta maaf dan meninggalkan panggung," kata Prabowo saat menyampaikan pidato di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Sabtu (26/1).
Prabowo juga menekankan seharusnya para cendekiawan dan barisan elite lebih memerhatikan kepentingan bangsa, bukan kepentingan pribadi.
Ketika itu, Prabowo tengah menjabat sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Saat itu Prabowo bertanya kepada salah satu teknokrat di Kementerian itu terkait perlindungan petani karena pada saat musim panen justru digelontorkan impor pangan secara besar-besaran.
"Saya pernah datang ke Menko Ekuin, saya enggak sebut siapa, enggak enak. Saya ketemu seorang teknokrat, saya imbau pemerintah untuk tidak buka keran impor," kata Prabowo bercerita.
Kemudian, si menteri berkata kepadanya bahwa petani Vietnam lebih efisien dari petani Indonesia.
"'Untuk apa bela petani Indonesia', saya terbengong. Saya lihat tampangnya itu, saya lihat mukanya itu saya langsung tidak hormat dengan gelar doktor yang dia pakai," kata Prabowo.
Padahal, kata Prabowo, jika memang petani Indonesia kurang efisien maka pemerintah manapun selama menjabat harusnya membantu dengan berbagai cara, misal meningkatkan teknologi pertanian.
"Ini kalau Prabowo dibilang lagi mengada-ngada soal ini saya sebut namanya nih siapa," kata dia.
http://bit.ly/2WmMZmp
January 27, 2019 at 03:37AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2WmMZmp
via IFTTT
No comments:
Post a Comment