Pages

Thursday, May 23, 2019

Perempat Final Piala Sudirman: Indonesia Punya Modal Berharga

Jakarta, CNN Indonesia -- Tim Indonesia berhasil memenuhi target awal dengan jadi juara grup Piala Sudirman 2019 meski butuh perjuangan keras di partai terakhir.

Indonesia memulai perburuan Piala Sudirman 2019 dengan langkah bagus. Mereka sukses melumat Inggris dengan skor 4-1. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Anthony Ginting, Gregoria Mariska, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu mampu menyumbangkan poin di laga perdana.

Pada laga kedua lawan Denmark, tim pelatih melakukan sejumlah perubahan formasi dengan memainkan Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fitriani.

Komposisi di partai kedua ini nyaris memunculkan kekalahan telak yang bisa menjatuhkan Indonesia ke posisi runner up Grup 1B. Namun, pada akhirnya Ahsan/Hendra dan Greysia/Apriyani sukses menyumbang poin dalam kekalahan 2-3 Indonesia di hadapan Denmark.

Indonesia Sudah Cukup Belajar di Penyisihan Piala SudirmanMohammad Ahsan/Hendra Setiawan kembali menjadi salah satu andalan Indonesia di Piala Sudirman 2019. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)
Kekalahan 2-3 itu sudah cukup untuk mengantar Indonesia ke puncak klasemen dengan keunggulan selisih laga atas Denmark. Dalam undian perempat final, Indonesia akan menghadapi Taiwan, Jumat (24/5).

Menentukan Komposisi Terbaik

Tim pelatih bulutangkis Indonesia di Piala Sudirman 2019 nyaris saja menyesali keputusan untuk merombak formasi di laga kedua. Namun dengan demikian, tim pelatih kini sudah bisa menilai komposisi pemain yang lebih siap dari segi mental dengan bekal dua laga yang telah dilalui.

Pada nomor tunggal putri, Gregoria terlihat tampil lebih meyakinkan dibandingkan Fitriani. Gregoria bisa cukup tampil konsisten di sepanjang laga, sedangkan Fitriani baru bisa menemukan ritme permainan terbaik di akhir laga lawan Mia Blichfeldt.

Indonesia Sudah Cukup Belajar di Penyisihan Piala Sudirman
Di nomor ganda campuran, meski dua wakil sama-sama menelan kekalahan, namun performa Praveen Jordan/Melati Daeva lebih bagus dibandingkan Hafiz/Gloria jika menilik penampilan di lapangan.

Nomor ganda campuran masih punya Tontowi Ahmad yang memiliki jam terbang tinggi, namun rekan duetnya saat ini adalah Winny Oktavina yang baru merasakan pengalaman pertama bermain di Piala Sudirman.

Nomor ganda putra berhasil menjawab beban sebagai pemasok poin untuk Indonesia. Kevin/Marcus dan Ahsan/Hendra tampil baik dan pelatih Herry Iman Pierngadi bisa berharap banyak pada pemain yang nanti ia tunjuk saat menghadapi Taiwan.

Greysia/Apriyani juga telah sukses membuktikan bahwa mereka bisa diandalkan sebagai satu-satunya pasangan yang dibawa di nomor ganda putri. Greysia/Apriyani mampu keluar dari tekanan dan menyumbang poin pada laga lawan Denmark yang akhirnya memastikan status juara grup di tangan Indonesia.

Indonesia Sudah Cukup Belajar di Penyisihan Piala SudirmanAnthony Sinisuka Ginting selalu tampil di fase grup Piala Sudirman 2019. (CNN Indonesia/Putra Permata Tegar)
Anthony Ginting yang turun di nomor tunggal putra menunjukkan dua sisi penampilan yang berbeda. Di laga perdana, Ginting ada di level permainan terbaik.

Namun pada laga kedua, Ginting tidak bisa menarik keluar seluruh potensi yang ada dalam dirinya. Hal itu bisa mendorong tim pelatih untuk memberikan kesempatan bermain pada Jonatan Christie yang terbilang punya kemampuan di level yang sama dengan Ginting.

Salah satu hal lain yang bisa menggoda tim pelatih untuk memainkan Jonatan jelas ada pada head to head dirinya melawan Chou Tien Chen, yaitu keunggulan 5-0.

Selain performa di lapangan, penentuan pemain tentu bakal didasarkan hal lain, termasuk faktor non teknis seperti kondisi tubuh dan kesiapan mental bermain. Namun yang pasti, tim pelatih sudah melihat gambaran nyaris utuh dari tim Indonesia secara keseluruhan di Piala Sudirman kali ini. (bac)

Let's block ads! (Why?)


http://bit.ly/2VJEd0f
May 24, 2019 at 03:13AM from CNN Indonesia http://bit.ly/2VJEd0f
via IFTTT

No comments:

Post a Comment